Dua minggu lalu gue nginep di kos temen di Bandung selama seminggu. Kerjaan numpuk, tapi dompet udah menjerit gara-gara tiap hari pesan gofood. Suatu malam, gue buka kulkas kosnya yang isinya cuma telur, sosis, sama sisa nasi kemarin. Modal nekat, gue masak pakai rice cooker yang ada di kamar. Hasilnya? Ternyata lumayan banget. Sejak itu gue sadar, buat kamu yang sering traveling atau dinas ke luar kota, masak sendiri itu bukan cuma soal hemat, tapi soal waras. Kamu nggak perlu jago masak, cukup tahu beberapa trik.
Kenapa Anak Traveling Wajib Bisa Masak Minimal 3 Menu?
Ini bukan soal pelit. Ini soal kontrol.
Pertama, makanan luar belum tentu cocok di lambung. Gue pernah tiga hari berturut-turut makan nasi padang di kota yang sama, dan perut gue protes keras di hari keempat. Kedua, biaya makan di luar kalau lagi dinas lama itu beneran bikin bokek. Bayangin aja, sekali makan Rp 35 ribu, tiga kali sehari, seminggu udah hampir Rp 750 ribu. Belum kopi dan snack.
Ketiga — dan ini yang paling sering dilupakan — masak sendiri itu semacam terapi. Setelah seharian meeting atau nyetir jauh, ngaduk telur di wajan kecil sambil dengerin podcast itu rasanya kayak pulang ke rumah, walau kamu lagi di kota orang.
Masak di perantauan bukan soal jadi chef. Ini soal bikin tubuh dan pikiran kamu tetap waras di tengah jadwal yang kacau.
Bekal Wajib di Tas Traveling (Bukan Bumbu Dapur Lengkap)
Kamu nggak perlu bawa kecap, saus, dan garam sekaligus. Cukup pilih yang multi-fungsi. Ini yang selalu gue bawa:
- Kaldu jamur bubuk — satu sendok udah ngangkat rasa apapun. Lebih praktis dari garam + penyedap terpisah.
- Saus tiram sachet — bisa buat tumis, marinasi, bahkan campuran nasi goreng.
- Bawang putih bubuk — karena bawang asli cepat busuk kalau disimpan di tas.
- Minyak dalam botol kecil 100ml — jangan beli yang besar, nggak akan habis.
- Rice cooker mini 1 liter — kalau kamu dinas lebih dari 5 hari, ini investasi yang nggak bohong.
Kalau kamu nginep di hotel, biasanya ada ketel listrik. Nah, ketel ini bisa banget dipakai buat rebus telur atau bikin mie. Cuma ya, jangan bikin sup berkuah kental di situ, nanti susah dibersihin dan bisa kena charge.
4 Resep 15 Menit yang Nggak Butuh Dapur Lengkap
1. Nasi Goreng Sosis Telur Ala Kos
Ini menu penyelamat gue. Bahan: nasi sisa (dingin lebih bagus), 1 sosis potong bulat, 1 telur, bawang putih bubuk, kaldu jamur, kecap manis sachet.
Caranya: panaskan minyak di rice cooker (mode cook), tumis sosis sampai agak kecoklatan, masukkan telur, orak-arik. Masukkan nasi, aduk. Bumbui. Jadi deh. Total waktu 10 menit. Rasa? Jujur, lebih enak dari nasi goreng abang-abang yang minyaknya kadang bikin mual.
2. Sup Telur Tomat
Kalau kamu lagi masuk angin atau cuma pengen yang hangat-hangat, ini jawabannya. Rebus air di rice cooker atau ketel, masukkan potongan tomat, tunggu mendidih, tuang telur yang udah dikocok sambil diaduk pelan biar berserabut. Bumbui kaldu jamur dan sedikit lada. Selesai.
Gue sering bikin ini di kamar hotel yang cuma ada ketel. Kadang gue tambahin sosis atau sayur sisa. Nggak pernah gagal.
Tips Biar Nggak Bahan Makanan Nggak Mubazir
Ini yang sering bikin anak traveling males masak: beli bahan banyak, dipakai dikit, sisanya busuk. Solusinya simpel.
Informasi selengkapnya bisa dibaca di 18TOTO.
- Belanja di minimarket terdekat, bukan supermarket besar. Ambil porsi kecil.
- Pilih bahan yang tahan lama: telur, sosis, kornet, tahu, tempe (kalau ada kulkas).
- Kalau nggak ada kulkas, masak langsung habis dalam satu kali makan. Jangan nyisain.
- Manfaatkan nasi sisa dari restoran atau warung. Bungkus, simpan, besok pagi jadi nasi goreng.
Gue pernah masak nasi goreng dari nasi sisa restoran padang yang nggak habis. Temen gue ketawa, tapi besoknya dia minta dibikinin juga. Namanya juga hidup di perantauan, kreativitas itu muncul karena kepepet.
Opini Gue: Masak Sendiri Itu Skill Hidup, Bukan Hobi
Banyak orang nganggap masak itu kegiatan orang yang punya waktu luang. Padahal buat kamu yang sering di jalan, masak itu justru investasi kesehatan dan dompet. Nggak perlu masak mewah. Cukup satu menu yang kamu kuasai betul, dan itu bisa jadi penyelamat di hari-hari kacau.
Kalau kamu baru mulai, coba satu resep dulu. Nasi goreng, misalnya. Ulangi tiga kali sampai hafal di luar kepala. Setelah itu, baru eksplor menu lain. Jangan langsung pengen bikin rendang di kos, nanti kamu nyerah di tengah jalan.
Dan satu lagi — jangan malu masak di kos atau kamar hotel. Selama kamu bersih-bersih setelahnya dan nggak bikin bau menyengat sampai ganggu tetangga kamar, itu fine. Justru kamu bakal kangen momen-momen masak receh ini saat udah balik ke rumah.